Tugas Pak Awan

SYAIR

Disuatu ketika

Diramainya sudut kota

Hatiku merasa begitu riang saat aku tiba

Hingga terpana nan pesona melihat semuanya

Dulu dikotaku begitu sederhana

Sekarang banyak gedung menjulang tinggi dengan gagahnya

Seakan sedikit aku tak bisa membedakannya

Dulu itu tak ada, namun sekarang ada disana

Namun wahai kota tercintaku

Ada sedikit yang hilang darimu

Suatu tempat yang sekian lama kurindu

Tempat dimana aku bermain bersama temanku

Tempat itu kulihat tak semesra dahulu

Kini semuanya telah terhilangkan

Dengan tumbuhnya kemajuan kota yang telah tercanangkan

Sungguh sayang bukan kepalang

Tempat itu kini benar telah hilang

Yang ada hanya berdiri tembok-tembok besar penuh coretan usang

Sehingga sekitarnya tumbuh banyak ilalang

Kotaku disatu hal, aku senang dengan perubahanmu

Disatu hal yang lain,ada sedikit sesal dihatiku

Mengapa kau buatkan sesuatu yang baru

Namun mengapa kau hilangkan yang dulu

Walau kini semuanya telah berbeda, tak mungkin kumelupakan

Karena kau adalah tempat, tempat dimana aku terlahirkan

PUISI

SESUATU TERASA LAIN

Sesuatu terasa lain. Subuh yang mawar

Langit kerap mendekap tanah,

Daun-daun membisikan kehidupan

Rumah, serupa pijar dalam kelam

Anak-anak bersalawat di surau

Air di ketinggian memoles batu

Hanya kerinduan yang berkecambah

Diranting ekapilus detik menyusut

Tanah memantulkan kelabu

Jantung pun mulai menghitung was-was

PAJAR PAGI

Seperti pajar pagi

kau kuresapi

menyengat namun itu yang memang kuharap

Ada resah memang resah

Bergetar saat aku pandangi risaumu

Tawar dan getir hanya itu yang terjadi

Ada bimbang memang bimbang

yang sulit dimengerti

Siratkanlah sinarmu

yang kerap menggoda

Jangan buramkan seraksa hati

Pajar pagi kau kuresapi

PUISI JUDUL LAGU

Jika kamu suka “UNGU”

Kamu memang “Tercipta Untukku”

“Demi Waktu” Kuingin kamu berikan “Ciuman Pertamamu”

“Jika itu yang Terbaik”

Ku ingin masuk ke dalam “Surga-Mu”

Tapi ku takut

“Ku Bukan Pilihan Hatimu”

PANTUN

PANTUN REMAJA / CINTA

Rama-rama selembut baldu

Bebas laksana layang-layang

Sama-sama menanggung rindu

Tidur tak lena makan tak kenyang

PANTUN JENAKA

Tanam jarangau di bukit tinggi

Mati dipijak anak badak

Melihat sang bangau sakit gigi

Gelak terbahak penghulu katak

PANTUN TEKA-TEKI

Kerlip-kerlip kusangka api

Kalau api dimana asapnya ???

Hilang ghaib disangkakan mati

Kalau mati dimana kuburnya ???

PANTUN AMANAT / AGAMA

Angkat kaki hindari batu

Silau mata Bersinar lampu

Tidak baik melawan guru

Beliau setia memberi ilmu

Tinggalkan Balasan